FORMAP KIA Nilai Pelayanan Kesehatan Ibu Menurun

Bidan Deda melakukan pemeriksaan dan pencatatan kondisi kesehatan ibu hamil sebagai salah satu langkah penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

KABAR TORAJA– Aktivis Forum Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (Formal-KIA), Arifah Ulviah menilai kualitas layanan kesehatan di Bulukumba mengalam penurunan, khusunya di bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Menurutnya, pelayanan kesehatan saat ini di fasilitas kesehatan mengalami kemunduran. Hal ini bisa dilihat di pelayanan kesehatan ibu dan anak misalnya, angka kematian ibu tahun ini mengalami peningkatan yakni 7 orang terhitung Januari-November. Padahal tahun sebelumnya, 2016 hanya 4 orang saja.

“Peningkatan kematian ibu ini tentu kita sayangkan. Mestinya harus ada upaya evaluasi oleh penyedia layanan khusus nya terkait maklumat layanan. Saat ini tidak lagi terdengar langkah inovatif dilakukan dengan baik di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit dalam melakukan evaluasi terhadap maklumat tersebut,” terang Arifah, dalam rilisnnya, Sabtu (25/11/2017).

Lebih lanjut dikatakan Arifah, maklumat layanan ini penting untuk jadikan pedoman dalam pelayanan oleh petugas pelayanan.

“Ini juga adalah amanah uu No. 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik,” tambah Arifah.

Sementara itu, Direktur Kopel Indonesia, Muhammad Jafar, menilai tingginnya kematian Ibu tahun ini disebab adanya sistem yang tidak berjalan maksimal sebagaimana yang telah diatur dalam Perbup Nomor 73/2015 tentang Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

Misalnya penyediaan Saran dan Prasarana yang terstandar di tingkat desa. Ini untuk memudahkan akses Ibu Hamil dan melahirkan mendapatkan pelayanan yang cepat.

Selain itu, Tim Koordinasi sebagaimana diatur dalam Perbup 73/2015 juga tidak berjalan, ink terbukti dari tingginya tingkat persalinan di rumah.

“Saya kira jika sistem yang diatur dalam perbup dapat dijalankan dengan baik, maka kematian Ibu dapat ditekan,” tegas Muhammad Jafar.

Menurut Jafar, dalam perda tersebut sudah diatur dengan jelas apa kewajiban pemerintah daerah, pemerinah desa dan masyarakat dalam upaya penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

Poetra/MJ

 

Komentar Anda