Teknologi IPAT-BO diterapkan Petani Lambusa

Petani Lambusa terapkan Teknologi IPAT-BO, Sabtu 24/02/2018

KABAR TORAJA – Kelompok tani maju jaya, mulai menerapkan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO), penemuan Guru Besar Universitas Padjadjaran Bandung, Prof.DR. Ir. Tualar Simarmata,.MS yang di kembangkan oleh Kemenristekdikti, melakukan tanam perdana di desa Lambusa, Kecamatan Konda, Sabtu, 24/02/2018 disawah yang sudah tiga tahun tidak diolah, karena kendala pengairan yang tidak maksimal.

Ketua Kelompok Maju Jaya, Warji (66 ) menceritakan ; “Saya mau terapkan cara  ini karena dianggap tepat untuk di terapkan di sawah kami, karena hemat air, hemat bibit, dan hemat pupuk kimia, namun hasilnya maksimal, karena lebih dominan mengandalkan pupuk Organik.”ujarnya

“Lanjut Warji, ini berawal saat saya menghadiri panen perdana penerapan Teknologi IPAT-BO di Kampus Unilaki Unaaha, 30 Desember 2017, saya melihat sendiri pertumbuhan padinya berbeda dengan yang biasa saya tanam,  bisa mencapai 12 Ton GKP/ha, selama ini hasil panen hanya 3 ton GKP/ha”.tuturnya

Sebagai petani tidak ada salahnya untuk mencoba teknologi IPAT-BO dengan Paket pupuk “Organik Amazing Bio Growth” (ABG) di kelompok maju jaya desa Lambusa,Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan,Sulawesi Tenggara.

“Kelompok kami memiliki hamparan sawah 40 ha, namun kendala yang kami hadapi selama ini adalah masalah pengairan karena hanya mengandalkan air tadah hujan dan kompanisasi karena tidak terjangkau irigasi teknis, sehingga sawah ini sudah tiga tahun tidak digarap.”paparnya

“Kami berharap adanya perhatian pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, maupun provinsi Sulawesi Tenggara untuk membantu kami mengatasi masalah pengairan.”harapnya.(Jms)

Komentar Anda