Jeneponto Tidak Terapkan Teknologi IPAT-BO

Kunjungan tim monev IPAT-BO di kecamatan Turatea, Jeneponto

KABAR TORAJA– Perjalanan tim monitoring dan evaluasi (Monev) tahap I dilaksanakan Kemenristekdikti dalam rangka Bakti Teknologi untuk negeri pada perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar, Sulawesi Selatan dengan tema “Gelorakan Inovasi” menerapkan teknologi Intensifikasi Padi Aerob terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) di 24 kabupaten/kota untuk melihat langsung dan evaluasi tanaman padi milik petani di setiap wilayah penerapan.

Kabupaten Jeneponto, tim monev tiba di lokasi jauh dari dugaan karena tidak sedikitpun ada ciri-ciri yang diterapkan sesuai dengan SOP/juknis IPAT-BO.

Kamaluddin, Kepala BPP Kecamatan Turatea menyatakan, sangat malu dan tidak menyangka jika kondisi di lapangan seperti ini, karena ini merupakan program Nasional yang harus dilaksanakan, namun kami percayakan kepada Muhamad Taslim selaku pendamping petani pelaksana untuk terapkan sesuai apa yang sudah didapat saat TOT penerapan teknologi IPAT-BO di Makassar.

Tim monev mencari informasi dari petani pelaksana tentang kendala atau alasan sehingga teknologi tidak diterapkan di Jeneponto seperti di kabupaten lain, padahal paket demplot sudah disalurkan ke masing-masing kabupaten melalui perwakilan dinas pertanian atau PPL.

Petani pelaksana, H.Sabita menceritakan, pada saat TOT di Makassar yang hadir adalah PPL dan Ketua kelompok tani, bukan saya sehingga saya tidak tau dan tidak ada anjuran atau petunjuk teknis IPAT-BO yang diberikan pendamping, hanya di sampaikan untuk tanam serentak.

Anca Harahap salah satu tim monev katakan, kami juga menemukan biaya penggantian pupuk dasar tidak diberikan kepada petani pelaksana, paket pupuk organik Bio-stimulan ABG tidak digunakan dan terbengkalai sehingga tim susah membedakan penerapan IPAT-BO di jeneponto sudah bisa dipastikan tidak dilaksanakan.

Masih di lokasi, tim mencoba menghubungi Muhamad Taslim selaku PPL atau penanggung jawab lapangan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut namun tidak ada respon atau tanggapan sampai tim meninggalkan lokasi di kecamatan turatea, hingga berita ini dimuat.

Jems/JF

Komentar Anda