Kemenristekdikti dan BPTT Gelar Workshop Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Kopi Indonesia

Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Ir. Jumain Appe

KABAR TORAJA– Workshop Forum Kerjasama Industri, Senin (07/08) bertajuk “Inovasi teknologi untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Kopi Indonesia” dibuka oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TAB, Eniya L. Dewi.

Hadir sebagai keynote speech, Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan.

Workshop Forum Kerjasama Industri sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hakteknas ke-22 diselenggarakan atas kerjasama BPPT dengan Kemenristekdikti, membahas berbagai hal terkait masalah perbibitan, budidaya, teknologi produksi, tata niaga, pengembangan agrowisata berbasis klaster inovasi, peluang kerjasama riset dan inovasi perkopian dan kebijakan perkopian di Indonesia.

Hadir sebagai sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Yusuf Limbongan (UKI Toraja), Agung Eru Wibowo, Sutardjo dan Gigih Atmaji (BPPT), Anton Adibroto (Universitas Tanri Abeng), S. Paembonan (Unhas), Daud Malamassam (Rektor UKI Toraja).

Diskusi dipandu oleh fasilitator Idwan Suwardi (UI) dan Yunus Musa (Unhas). Sementara peserta berasal dari berbagai unsur antara lain, pengusaha/eksportir kopi, Asosiasi Petani Kopi, akademisi, praktisi, penikmat kopi, SKPD Tana Toraja dan Toraja Utara, Balitbangda, perekayasa BPPT, unit kerja Kemenristekdikti, Konsultan Inovasi, Pengurus Koperasi Kopi, Pemilik Gerai Kopi dan Tokoh Masyarakat.

Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe menuturkan, ke depan, peran Pemda didorong untuk mendisain kebijakan daerah dalam bentuk regulasi, roadmap dan dokumen RPJMD agar lingkungan usaha kopi lebih kondusif, dukungan insentif untuk start-up dan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat. Peran Perguruan Tinggi/lembaga penelitian lebih fokus menciptakan invensi, inovasi, teknologi dan membangun kapasitas SDM. Peran Dunia Usaha/Industri adalah melakukan proses pengolahan menjadi produk kopi yang bernilai tambah, berperan sebagai industri inti, pemasok, pengguna produk (pembeli), dan Lembaga Pembiayaan hadir sebagai stimulan insentif penguatan kapasitas produksi petani kopi.

Kegiatan Workshop ditutup oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Ophirtus Sumule.

Dalam sambutan penutupnya Ophir katakan, komoditas kopi merupakan hasil perkebunan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tren permintaan pasar yang terus meningkat ini belum diimbangi dengan produktivitas dan kemampuan produksi dalam negeri untuk menghasilkan kopi berkualitas dalam jumlah yang mencukupi.

JF_R

Komentar Anda