Petani Manjalling Puas dengan Hasil Panen Terapan Teknologi IPAT BO

KABAR TORAJA– Kelompok Tani Sikatutui, Dusun Talaborong, Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat, Gowa merasa puas dengan hasil panen padi dengan pola tanam kembar teknogi IPAT BO.

Salah satu petani pelaksana, Rusdin Manjalling merasa puas dengan hasil yang diperoleh, 10,4 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP), sebelumnya hanya berkisar 5-6 ton/ha GKP.

Hal ini berdasarkan hasil panen raya sebagai rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) di Kelompok Tani Sikatutui, Minggu (30/07/2017).

Hadir dalam panen raya ini, Dirjen Penguatan Inovasi, Dr.Ir. Jumain Appe,M.Si didampingi Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophir Sumule.

Selain itu juga hadir Kabalitbangda Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Muh. Farida, Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, Kasdim 1409/Gowa, Polsek Bajeng, Camat Bajeng Barat, Danramil dan para undangan bersama Gapoktan.

Dalam sambuatannya Jumain Appe mengatakan, varietas Sidenuk yang ditanam didukung nutrisi pupuk organik pola tanam kembar dengan teknologi IPAT-BO benar-benar diterapkan dengan baik agar kedepan penghasilan petani lebih baik dan kedepanya saya berharap agar teknologi pertanian dapat terterapkan di semua sawah petani di Kabupaten Gowa.

“Kami akan bekerja sama dengan Akademisi, industri untuk menciptakan alat agar memudahkan petani saat bercoxok tanam.” Ungkap Jumain.

Paket teknologi IPAT-BO, pupuk organik ABG, pendampingan sudah pernah dibuktikan dan memberikan hasil yang nyata dan diterapkan secara menyeluruh dan telah diterima masyarakat, sejak tahun 2007 di Kabupaten Gowa.

Pada musim tanam selanjutnya Dinas Pertanian Kabupaten Gowa melalui Sekretaris Disperta, Sugeng Aprianto mengatakan IPAT-BO dengan pupuk organik ABG lahir di Gowa, sehingga kami menyambut baik program ini karena mendukung swasembada pangan, sehingga kami akan mencanangkan pelaksanaan teknologi IPAT-BO pada skala yang lebih luas lagi.

James/JF

Komentar Anda