Oknum TNI AL Aniaya Wartawan

Jhonatan menjadi korban kekerasan oknum TNI AL di Mabes AL,Jumat, 20/04/2018

JAKARTA, KABAR TORAJA.COM – Penganiayaan kembali menimpa insan jurnalis di muka bumi ini yang sedang meliput acara peluncuran TV live Streaming di Mabes TNI AL Jumat ( 20/4/2018).
Kejadian ini sangat tidak masuk akal karena Jonathan (wartawan) hanya memfoto ketika ada pembagian souvenir ternyata ini menimbulkan masalah besar. Sehingga ujungnya adalah penganiayaan yang menimbulkan dengan trauma dan ketakutan yang mendalam sampai saat ini .

Jonathan di bawa oleh para oknum TNI AL kesuatu tempat di ruangan bawah tanah kompleks Cilangkap. Disitulah terjadi insiden penganiyaan terhadap wartawan tersebut. Telepon selular di rampas di hapus semuanya dan di ancam akan di tembak sambil ditendang dan dipukul kejadian ini berlangsung selama 9 jam lamanya.

Setelah itu dia suruh membuat pernyataan bahwa tidak akan melaporkan kejadian penyiksaan tersebut kepada siapapun termasuk insan pers di bawah tekanan dan ancaman.

“Ketua Umum DPP Pernusa (Perjuangan Rakyat Nusantara ) KP Kanjeng Norman .
Beliau sangat peduli kepada nasib wartawan ini baik secara moril dan matriil , Terimakasih Kanjeng ,,” ujar waratawan yang tidak mau di sebutkan namanya.

Kejadian ini sangatlah keterlaluan karena memukul saja sudah salah apalagi penganiyaan fisik di sertai ancaman akan di lempar ke laut dan menembak,wah itu mengerikan sekali ,” ujar Adi Warman SH selaku ketua PWRI ( Persatuan Wartawan Seluruh Indonesia ) DPD DKI .

Ketika di klarifikasi kepada jonathan melalui telponnya ,” Tentang pernyataan sepihak bahwa telah terjadi perdamaian dan telah menerima uang perdamaian,” itu adalah sebuah fitnah yang tidak benar. Kalau membuat pernyataan damai memang benar karena di buat dalam tekanan dan ancaman sehingga terjadi trauma dan ketakutan,” katanya .

Atas kejadian seorang wartawati yang menunggu sampai malam kemudian menelpon KP Norman HP Negor sebagai Ketua HIPSI ( Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia) dan juga Ketua Umum DPP Perjuangan Rakyat Nusantara (PERNUSA) dan beliau langsung merespon kejadian yang memilukan ini terhadap seorang wartawan.
Menurut KP Norman ,” Dengan beredarnya di WA dan di grup tentang pencarian terhadap jonathan adalah telah melanggar sumpah prajurit dan telah melanggar Sapta Marga , ancaman seperti itu tidak di perbolehkan di negara NKRI. Sikap seperti itu bukan lah orang ke Satria melanggar tata nilai kebangsaan antara lain tidak mencerminkan tata nilai ke Tuhanan,tidak ada rasa kemanusiaan , goyahnya rasa persatuan dan rasa ke adilan sosial, Cara cara seperti ini hendaklah segera di hentikan , segera di proses dan di tindak lanjuti sehingga tidak main hakim sendiri, tindakan memusuhi seorang jurnalis yang adalah pencari berita adalah tidaklah di benarkan,” jelas dia .
Dengan beredarnya foto jonathan maka saat ini jonathan dalam keadaan trauma dan terancam sehingga butuh perlindungan secara fisik maupun dan hukum.(Redaksi)

Komentar Anda