Usung Calon Presiden Anda

Kirim tanggapan/komentar Calon Presiden anda sesuai urutan Poling ke email: kabartoraja@gmail.com atau via FB kabartoraja. Sertakan foto format Jpeg, ukuran 4x6 atau lebih (close up), foto akan diletakkan di samping pandangan anda. Untuk mengirim tanggapan ISI KOLOM dibawah INI
Email:
Judul:
Pesan:
Pertanyaan anti spam: Berapa jumlah mata manusia?

Video Toraja

Caleg DPR-RI Samuel Parantean Dapil Sulsel 3


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3893
mod_vvisit_counterKemarin9558
mod_vvisit_counterMinggu ini43517
mod_vvisit_counterMinggu kemarin65760
mod_vvisit_counterBulan ini219816
mod_vvisit_counterBulan Kemarin323907
mod_vvisit_counterTotal7000026

We have: 81 guests online
IP anda: 54.198.202.148
 , 
Today: Apr 24, 2014
Soal Bandar Udara Buntu Kuni', Tim 9 Dianggap Miskin Sosialisasi  E-mail
Ditulis oleh editor on Kamis, 06 Oktober 2011 23:45   

 Editor: KTC01, Reporter: Papa Bryan

KABAR-TORAJA.COM -- Makassar- Sebagai daerah pariwisata dan menjadi destinasi wisatawan domestik maupun luar negeri, Toraja membutuhkan infrastruktur jalan yang memadai.

Bandar udara di Buntu Kuni' Mengkendek Kabupaten Tana Toraja sangat diharapkan menjadi salah satu solusi, mengatasi masalah pariwisata di Toraja.

Demikian diungkapkan oleh Putra daerah Toraja Yusuf Kondorura kepada media ini, Rabu (6/10/2011) sore tadi, di Makassar. Menurutnya kesiapan pemerintah daerah menyikapi pembangunan bandar udara yang disebut-sebut sebagai pintu utama bagi wisatawan, minim keseriusan.

Menurut Yusuf juga Arsitektur jebolan Unhas, mengatakan persiapan pembangunan bandar udara di Buntu Kuni melalui pembentukan tim-tim, utamanya tim 9 minim keseriusan ditandai sosialisasi yang minim kepada masyarakat. Hal itu dibuktikan, ucap dia, dengan masalah ganti rugi lahan yang berujung pada pertemuan tim 9 dengan komisi I DPRD Tana Toraja, dan sudah sampai dimeja hijau, ujar Yusuf.

" Jika serius tentu jalannya baik, tidak berujung pada kisruh ganti rugi lahan seperti yang terjadi saat ini," tutur Yusuf yang juga konsultan teknik disalah satu perusahaan swasta Makassar.

Lanjut dikatakannya sebaiknya tim sembilan paham akan kondisi adat di Toraja. Tanah yang biasanya dimiliki beberapa kepala keluarga dalam satu Tongkonan harus menjadi titik waspada. salah melangkah atau bekerja seadanya tanpa mau berlelah-lelah menghimpun warga yang berkompeten, akan berdampak negatif pada efektifitas maupun efisiensi kerja.

" Pemkab diwakili tim  sembilan yang mengurus pembebasan lahan semestinya berkomunikasi secara masiv. Artinya komunikasi digelar habis-habisan, bekerja secara merakyat dengan turun langsung dilapangan. Kalau perlu datangi warga langsung dirumahnya, gelar pertemuan sebanyak mungkin," terang Yusuf.

Oleh karena itu Yusuf menghimbau agar masalah bandar udara diselesaikan dengan sebaik-baiknya, tanpa merugikan masyarakat sekaligus pemkab harus putar otak selesaikan bandar udara sesuai tenggat waktu.

Tersirat kuat dalam perkataan mantan pengurus ORARI di Timika ini, bahwa masalah bandar udara yang kini telah sampai di meja hijau, seyogyanya dibicarakan secara baik-baik. Dengan berpijak pada norma hukum yang berlaku. Serta kepentingan masyarakat secara umumnya maupun orang Toraja khususnya.

"Tugas pemerintah sebagai pelayan rakyat berarti menjamu rakyat. Namun Rakyat juga harus paham akan kepentingan bersama," pungkas Yusuf juga mantan pengurus PDIP cabang Timika ini.

Lebih lengkap berita terkait kisruh bandar udara Buntu Kuni'. Telah media ini beritakan beberapa waktu lalu. Lebih lengkapnya klik disini.



 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

Play Group Agape


Agape Play Group dan Penitipan Anak

banner

Siapakah Calon Presiden Anda

Siapakah Calon Presiden Anda
 

Lingkar Pena Pariwisata Toraja


Caleg DPR David Payung

David Payung Caleg DPR dari PKPI Perjuangkan Basis Budaya dan Perekat Etnik di Sulsel

Survey Politik

IPI


Jakarta Punya Berita
Hakcipta © 2011 Kabar Toraja. Semua Hak Dilindungi.