Ini Tanggapan Yanni atas Komentar Jhon Mandibo Soal Mess DPRP

KABAR TORAJA– Menanggapi pemberitaan sdr John Mandibo di Bintang Papua tanggal 9 Pebruari 2017, bersama ini saya sampaikan bahwa apa yang dituduhkan kepada saya tersebut adalah fitnah murahan, apalagi jika dikaitkan dengan posisi saya sebagai Wakil Ketua Komisi A saat itu. Ini menunjukan bahwa sdr. John Mandibo tidak paham tupoksi kerja DPRP. Mana ada Komisi A mengurus proyek seperti Mess Papua.

Memberikan komentar itu jangan asal bunyi harus punya bukti, apalagi dalam konteks hukum. Apa yang dikomentari tersebut adalah fitnah dan termasuk pencemaran nama baik karena sudah menyebut nama tanpa dasar dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Terhadap hal ini saya akan mengambil langkah hukum, melaporkan yang bersangkutan ke kepolisian, dan saya minta agar aparat penegak hukum memproses dengan seadil-adilnya.

Menurut saya, tuduhan sdr. John Mandibo terhadap saya sangat bernuansa politis dan ini terkait dengan pencalonan saya sebagai Bupati Kabupaten Jayapura. Ini bentuk kampanye hitam. Tetapi saya yakin dan percaya, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas, tidak bisa dibohongi dengan informasi yang bersifat fitnah yang bertujuan hanya menjatuhkan orang lain.

Saat ini memang banyak yang gerah dan gelisah galau melihat dukungan yang mengalir terus dari masyarakat Kabupaten Jayapura atas pencalonan saya sebagai Bupati Jayapura sehingga berbagai cara dilakukan untuk menjatuhkan saya, termasuk tuduhan korupsi.

Saya minta kepada pihak-pihak yang ikut dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Jayapura untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam berdemokrasi. Biarlah rakyat yang memilih karena kedaulatan ada ditangan rakyat dan rakyat yang menentukan siapa pimpinannya. Jangan membodohi rakyat dengan berita bohong dan fitnah karena itu semua tidak ada gunanya.

Kalau Sdr. John mengaku sebagai tokoh adat, harusnya mengawal kasus jalan kemiri Depapre yang saat ini ditangani KPK yg merugikan keuangan 84 M
agar dibuka secara terang benderang, karena kasus ini ada di WILAYAH KABUPATEN JAYAPURA dan sangat merugikan masyarakat, bukan justru menutupi dengan cara memfitnah saya dengan masalah Mess DPRP. Ini yang aneh, dan masyarakat pasti tau apa maksud mengalihkan issu tersebut.

Saya juga meminta kepada Panwas Kabupaten Jayapura untuk memproses masalah ini secara profesional, karena ini bukan hanya fitnah tetapi juga termasuk black kampagne.

HORMAT SAYA
TTD
Y A N N I

Komentar Anda