276 Jabatan Lowong Pantas Tana Toraja Zona Merah Birokrasi

Nusantara - on 6/12/19 276 Jabatan Lowong Pantas Tana Toraja Zona Merah Birokrasi
Yariana Somalinggi

KABAR-TORAJA.COM --, Kabupaten Tana Toraja sala satu daerah di Sulawesi Selatan masuk zona merah birokrasi, setelah Toraja Utara, Bone, Sidrap, Selayar, Enrekang, Luwu, Soppeng, Jeneponto, dan Pangkep.

Buruknya birokrasi di Tana Toraja tidak lain karena belum maksimalnya pelayanan, sebab sekitar 276 jabatan eselon yang lowong karena kurang perhatian bupati.

Hal itu terungkap Jumat (6/12) saat komisi satu DPRD Tana Toraja diketuai Stepanus Maluangan, bersama 5 anggota komisi lainnya Yariana Somalinggi, Yuli Saranga, Yakobus Tonglolangi, Martinus Paonganan, dan Yunus Retu Tandililing, rapat kordinasi dengan mitra kerja Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Bagian Umum Setda Tana Toraja, Sekretariat Daerah (Setda), dan Panitia Pemilihan Kepala Lembang.

Yariana Somalinggi, anggata komisi satu dari fraksi Golkar usai rapat kerja kepada media ini katakan, masuknya Tana Toraja zona merah birokrasi tentu ada yang salah dan buruknya pelayanan di lingkup Pemda.

Sambung Yariana, indikator buruknya pelayanan birokrasi Pemda Tana Toraja setelah terungkap di Rakor dari BKPSDM jika masih sekitar 276 jabatan eselon yang lowong.

Selain 7 eselon II/b, juga eselon III/a 12, eselon III/b 10, eselon IV/a 135, dan eselon IV/b 112, dan parahnya lagi Kasatpol PP sudah dilelang hampir satu tahun belum juga dilantik, ada apa, terang Yariana.

Demikian pula eselon dua cukup lama dijabat pelaksana tugas diantaranya PUPR 7 tahun lebih dijabat PLT, Dinas Pariwisata, Badan Permusyawaratan Lembang (BPL), Perpustakaan dan Arsip.

Dan tidak kalah menarik Dinas Kesehatan (Dinkes) kurang lebih enam bulan pelaksana tugas besiknya insinyur Sipil (Ir), juga ketua Bappeda DR Ir Yunus Sitante, tutur Yariana.

Penulis : Papa Eva

Editor : Editor Pertama

TOPIK : #Polhukam